Senin, 13 November 2017

Peningkatan Budaya Gemar Membaca

Budaya Gemar Membaca

A.         Latar Belakang
Membaca adalah suatu cara untuk mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis.
Membaca melibatkan pengenalan simbol yang menyusun sebuah bahasa. Membaca    dan mendengar adalah 2 cara paling umum untuk mendapatkan informasi. Informasi yang  didapat dari membaca dapat termasuk hiburan, khususnya saat membaca cerita fiksi atau    humor.
Membaca merupakan kegiatan menerima akan tetapi, untuk mendapatkan pemahaman  yang baik dan menyeluruh, kita tidak melakukannya dengan berpasrah diri. Untuk memperoleh  itu, kita secara aktif bekerja mengolah teks bacaan menjadi bahan yang bermakna.  Bagaimana kita bisa memperoleh makna yang terkandung jika hanya diam, sementara teks    bacaan adalah benda mati ? jadi, kitalah yang sebenarnya aktif. Bahkan bukan hanya  pemahaman yang di tuntut dalam membaca, melainkan juga  pengolahan bahan bacaan    secara kritis dan kreatif. Membaca bukan hanya proses mengingat,  melainkan juga proses  kerja mental yang melibatkan Aspek-Aspek berpikir kritis dan kreatif seperti yang telah  disinggung di atas tadi. Atau lebih berarti bila ia mampu menerapkanya dalam kehidupan  secara nyata.

          Tujuan
           Membuat karangan tentang meningkatkan gemar membaca yaitu dimana pada zaman era globalisasi, zaman semakin lama semakin canggih, tidak hentinya penggunaan  teknologiyangsemakin marak ditambah lagi aplikasi-aplikasi baru yang membuat anak penasaran sehingga anakanak itupun menggunakan
   yang membuat ia tergantung terhadap teknologi tersebut, yang menimbulkan lupa untuk belajar terutama akan menambahkan malas membaca.


Tema:
Peningkatan Gemar Membaca


Wacana:

Membaca

        Membaca adalah kegiatan fokus dengan memperhatikan, menghayati dengan mengingat bacaan yang dibaca dengan tujuan untuk mengetahui yang tidak diketahui.

Jenis-Jenis Membaca
  1. Membaca Nyaring
Kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi
yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis.

  1. Membaca Dalam Hati
Kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibaca.
    
  1. Membaca Ekstensif
Membaca secara luas yang meliputi banyak teks.
   
  1. Membaca Survai
Kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bacaan yang dibaca lebih mendalam.

  1. Membaca Sekilas
Kegiatan membaca dengan mengandalkan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan.

  1. Membaca Dangkal
Memperoleh pemahaman yang dangkal  bersifat koran, yang tidak mendalami suatu bahan bacaan.

  1. Membaca Intensif
Membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya.

  1. Membaca Teliti
Sama pentingnya dengan membaca teliti.
  
  1. Membaca Pemahaman
Sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma.

  1. Membaca Kritis
Kegiatan membaca yang dilakukan secara bijaksana, mendalam, evaluatif, dengan bertujuan
menemukan keseluruhan bahan bacaan, bait baris, makna baris, maupun balik baris.

Faktor – faktor yang menyebabkan minat membaca menurun

  1. Faktor Keluarga
Salah satu faktor utama yang mempengaruhi minat membaca menurun yaitu faktor keluarga, kenapa faktor keluarga? Karena jika orang tua kurang peduli terhadap anaknya. Sebagian orang tua ada yang berfikiran bahwa jika sudah belajar di sekolah, mungkin itu sudah cukup. Maka tidak akan ada lagi tanya-menanya terhadap anak-anak.

  1. Faktor lingkungan
Hidup kita tidak lepas dari lingkungan sekitar. Begitu juga sikap, tingkah laku akan berperan baik atau buruk sebagaimana lingkungan tersebut. Misal jika kita berteman dengan anak yang tidak sekolah, sedikit banyaknya kita pasti tahu apa saja yang ia lakukan. Disisi lain pasti ada baiknya. Misalnya kita merasa paling bawah, dan ternyata di dunia ini masih ada yang lebih di bawah dari kita. Begitu juga jika kita berteman dengan orang yang lebih dewasa dari kita, disisi pemikiran saja sudah berbeda apalagi tingkah, kamu mungkin akan berfikir sekolah dengan tugas-tugas menumpuk yang diberi guru dan memikirkan cita-cita kamu yang berharap keinginan itu kelak tercapai. Sedang mereka sudah melangakah lebih jauh.

  1. Faktor Hiburan
Zaman sekarang ini banyak hiburan yang menawarkan keberbagai usia. Bahkan banyak banget orang tua gaul sekarang ini, perasaan anak muda. Lucu ya lihat ibu-ibu yang keasyikannya sampai lupa masak, urus anaknya. Oh iya, kira-kira apaan sih jenis hiburan itu. Salah satu hiburan itu adalah tv, tv banyak membuat orang lengah, bahkan terlena karena bapernya jika menonton siaran idolanya. Wow, sampai segitunya ya? Lebih parah lagi anak remaja, mereka akan tepat waktu membuka tv dengan cepatnya, bahkan salah satu dari remaja itu ada yang berkhayal bahwa dirinya sedang berperan dengan idolanya, berharap pacarnya dalam film itu. Berbeda jika belajar, mereka akan berkata nanti, bentar lagi, atau besok pasti sempat, disini tugas dari guru akan ditunda hingga tepat harinya tugas menumpuk pun tiba dan akhirnya hari itu mereka-mereka yang asyik dengan tv bakalan begadang dengan tidak keselesaian tugasnya.


  1. Peningkatan Jumlah Produksi Buku
Kurangnya buku yang diberi oleh pemerintah juga berpengaruh terhadap malasnya anak-anak membaca, terutama dalam jenis, jika buku yang dihadirkan itu berjenis kurikulum pada tahun 90-an atau sudah lama bahkan buku itu penuh dengan kalimat yang tanpa dihadiri gambar, jangan harap anak akan sering membuka buku tersebut. Apalagi ya, buku zaman dahulu itu tebalnya minta ampun. Aduhh, Paling juga mereka buka buku itu pada saat pembelajaran di sekolah sedang berlangsung, orang pintar sekali pun bahkan mudah bosan.

  1. Orang Tua yang Memaksa Membaca dan Tidak Mendukung Minat Anaknya.
Sebagian anak paling kesal kalau disuruh yang bukan niat dari hatinya, dia akan membangkang dengan tidak kepeduliannya. Tapi, ada juga sih yang patuh sama orang tuanya karena sayang, takut jadi anak durhaka seperti malin kundang yang jadi batu. Selain itu juga pasti bakalan berpengaruh pada masa depannya. Kenapa saya bilang seperti itu? Karena anak kalau sudah jenuh, bahkan bisa saja dia setiap harinya main yang bisa membuat senang hatinya atau mengurung dengan kesedihannya. Yang ngerasainkan anak, bukan orangtuanya, kok pakai memaksa dan mendukung yang  bukan minat anak. Orangtua sekarang aneh, minatnya dia yang disuruh dipelajari anak. Benar sih, kalau anak harus sukses dan berhasil, tapikan tidak harus dengan profesi dan keinginan orangtuanya. Tapi  gimana lagi, setiap manusia berbeda pemikirannya. Jika kamu orang tua,” Turutkanlah minat anak, karena dengan minat dia akan jadi sesuatu yang bisa menguasai minatnya sampai tercapai keinginannya”.

  1. Membaca Hanya Sebatas Kebutuhan Pendidikan Formal
Mungkin membaca itu bukan nasi, coba kalau tidak membaca kita bisa lapar. Siapa pun itu orangnya pasti dia akan membaca walaupun sedikit. Beberapa orang mungkin berfikir membaca itu tidak terlalu penting, karena sebagian orang ada yang hanya suka menghitung saja sampai membaca pun dibenci. Padahal ya, membaca dulu baru kita tahu rumus. Ada juga yang berfikiran kalau sudah membaca di sekolah itu sudah cukup. Kita saja disuruh belajar dari lahir hingga mati. Kok belajar cuma di sekolah apa yang didapat kalau tidak di ulang kembali lagi di rumah.

Cara Meningkatkan Minat Membaca

  1. Mencari Hingga Membeli Buku Terbaru
Setiap manusia mungkin ekonominya tidak sama, tapi itu tidak akan mempengaruhi kita untuk berhenti membaca. Dengan menyisihkan uang jajan yang diberi orangtua kita sedikit demi sedikit pasti tercapai yang ingin kita beli. Banyak orang yang minat membaca meningkat ketika membeli buku-buku terbaru, dengan begitu dia akan berusaha untuk membeli buku-buku setiap minggunya. Bahkan bisa jadi dia akan tahu buku-buku apa saja yang akan terbit untuk minggu depan. Itulah mungkin keuntugan orang yang suka membaca, selain itu dia juga akan dikatakan perpustakaan berjalan.

  1. Belajar Effective
Effective disini yaitu kreatif dalam memlilih bacaan. Bacaan itu harus bermanfaat, dengan membaca kita bisa menghasilkan nilai yang bagus dari guru. Apa guna membaca jika kita membaca buku yang tidak penting yang tidak ada sangkut pautnya untuk anak sekolah, contoh majalah dewasa. Tahulah zaman sekarang ini semua sudah bisa kita lihat, dari yang kecil hingga yang sebesar dunia pun terlihat.


  1. Membuat Lomba Karya Ilmiah
Menurut saya hal ini paling berpengaruh dalam meningkatkan minat anak membaca. Kenapa ? Karena mengarang  adalah tugas yang paling membantu imajinasi makin meningkat dalam membuat sebuah karangan, disini kita akan terlatih untuk mulai membaca.

  1. Membuat Literasi Di Sekolah
Dengan adanya literasi di sekolah, mungkin siswa akan membuka bukunya sedikit demi sedikit. Apalagi jika setelah literasi siswa ditanya dari apa yang dibaca oleh mereka, mungkin mereka akan terpaksa untuk membacanya. Dengan terpaksa setidaknya mereka akan mengetahui sedikit isi dari buku yang dibacanya. Walaupun minatnya belum ada.

  1. Terbitnya Buku yang Tidak Hanya Tulisan di Dalamnya
Maksud tidak hanya tulisan  adalah buku yang disambilkan dengan gambar. Mungkin jika ada sedikit gambar dan warna-warni pada  buku, akan meningkatkan minat membaca pada anak, karena menarik. saya rasa bukan anak-anak saja yang suka bahkah orang dewasa atau yang tua sekalipun akan menyukai buku jika jenisnya seperti itu.


  1. Membuat Janji Pada Diri Bahwa Kita Harus Membaca Minimal Selembar
Mungkin jika berjanji pasti ditepati dan hutang pun dibayar. Tapi lain orang lain isi hati, terkadang juga ada yang berjanji malah diingkari dirinya sendiri, kebanyakan ini laki-laki ya, upss jangan salah perempuan juga banyak kok. Rambut sama hitam, hati siapa yang tahu. Disini kita harus membuat jam atau waktu dan jenis buku apa yang akan kita baca setiap harinya. Dengan begini kita akan terlatih membaca, dan jika dalam sehari itu kita tidak membaca pasti akan terasa berbeda seperti ada yang kurang.


 HASIL-HASIL DISKUSI
  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT MEMBACA DIKALANGAN SISWA

1. Faktor Keluarga
     - Orang tua yang minim ilmu hanya menganggap membaca tidak berguna
     - Orang tua yang ekonominya minim
     - Orang tua yang berfikir bahwa jika anak sudah belajar di sekolah itu sudah cukup

2. Faktor Lingkungan
     - Lingkungan yang tidak terlalu penting dengan membaca
     - Lingkungan yang anarkis
     - Lingkungan yang terlalu egois
 
3. Faktor Hiburan
     - Lebih membudayakan nonton televisi dari pada membaca
     - Banyaknya aplikasi terbaru pada zaman sekarang
      - Aplikasi yang membuat semua orang dapat bergantung akan hal tersebut

B. CARA MENINGKATKAN MINAT MEMBACA

  1. Mencari Hingga Membeli Buku Terbaru
-          Membeli buku minat
-          Disini kita akan tahu buku apa yang terbit minggu depan
-          Rasa penasaran akan menggugah hati karena tidak sabaran untuk melihat buku terbaru
-          Kamu akan dikatakan seorang kutu buku dan perpustakaan berjalan

  1. Belajar Effeective
-          Kreatif mencari bahan
-          Tidak harus buku pelajaran mengenai teknologi, dunia dan masih banyak lagi
-          Buku itu harus ada manfaatnya setelah dibaca

  1. Membuat Lomba Karya Ilmiah
-          Seperti membuat puisi, naskah drama, pantun, pidato, dan banyak lagi
-          Kepercayaan diri semakin bertambah dengan mencoba kamu pasti bisa
-          Jika ada perlombaan kamu pasti bakalan ikut

Penyusul atau Penyanggah

  1. Safira : Dampak negatif yang disebakan hiburan sangan banyak, salah satunya sudah dijelaskan                     diatas. Jadi jika salah seorang dari kita ada yang seperti contohnya, apa yang harus kita lakukan?
Jawab : Sebenarnya tidak bisa dikatakan negatif karena keuntungan dari faktor hiburan dalam teknologi sangat banyak, hanya orang yang tidak pandai menggunakannya maka akan tergantung pada teknologi. Jadi, jika senang menggunakan teknologi hingga lupa semua, sebaiknya orang tersebut di beri tahu bahwa teknologi untuk yang bermanfaat.
Penyanggah : Sebaiknya anak-anak, jangan diperkenalkan dengan teknologi karena itu akan menimbulkan kemalasan dalam segala hal terutama belajar.
  
  1. Aryani : Apakah menurunnya minat membaca siswa bisa merusak negara ini?
Jawab : sangat merusak, karena warga atau rakyat yang berperan penting dalam berdirinya sebuah negara.
Penyanggah : Jika minat siswa menurun dalam membaca, tidak akan mempengaruhi rusak negara tersebut, karena sekarang yang memegang kekuasaan belum mereka, yang fatal sekarang adalah oknum-oknum yang bekerja, siswa giat sekarang untuk masa depannya.

  1. Indah : Mengapa faktor keluarga sangat berpengaruh dalam menurunnya minat siswa membaca ?
Jawab : karena keluarga adalah orang pertama hadir disekelilingmu, terutama orangtua.
Penyanggah : orang tua, saudara kandung adalah yang petama kali hadir untuk kita, hari-hari kita lalui bersama mereka. Misal ayah ibu sedang bertengkar maka anak-anak dirumah yang kena imbas dari perlakuan buruk mereka.

  1. Faira  : Siapa yang berperan penting dalam mengembangkan minat baca siswa?
Jawab : Yang berperan penting dalam mengembangkan minat siswa yaitu orangtua dan guru.
Penyanggah : mungkin bukan itu saja, bisa jadi teman dekat (pacarnya) yang bisa mengembangkan   minat membaca.

  1. Andara  : Mengapa minat membaca perlu ditingkatkan?
Jawab :  Karena dengan membaca setiap orang dapat mengetahui apa yang tidak diketahui, selain itu juga orang yang suka membaca pasti akan pintar.
Penyanggah: Selain itu, kamu akan disebut kutu buku atau perpustakaan berjalan.


  1. Heni : Apa tujuan mengembangkan minat membaca siswa?
 Jawab : Salah satu tujuannya yaitu agar setiap siswa tetap membudidayakan membaca kapan saja dan dimana saja, selain itu tujuan utamanya agar siswa pintar dan berprestasi yang tidak kalah saing di luar negeri.
Penyanggah :  iya, perlu ditambahkan bahwa anak-anak di indonesia sangat malas membaca, mereka hanya suka dengan yang praktis, tampak ketika guru menerangkan pelajaran yang lalu mereka bisa lupa.
               
Ke        Kesimpulan :

Faktor- Faktor menurunnya minat membaca Dikalangan siswa :

Faktor yang mempengaruhi yaitu faktor keluarga, faktor lingkungan, faktor hiburan, minimnya produksi buku, orangtua yang memaksa dan tidak mendukung minat anak, dan membaca hanya sebatas kebutuhan formal.

Cara Meningkatakan Gemar Membaca Dikalangan Siswa :

Cara peningkatan gemar membaca yaitu mencari hingga membeli buku terbaru, membaca secara effective, membuat lomba karya ilmiah, membuat literasi di sekolah, terbitnya buku  yang di selangi gambar, membuat janji pada diri bahwa harus membaca minimal selembar.


Sigambal, 10 November 2017

Notulis



SAIFAH RAMBE

Sabtu, 07 Oktober 2017

PAHAM BARU EROPA

A.    PAHAM-PAHAM BARU DI EROPA

1.    NASIONALISME
Paham Nasionalisme berkembang dari Eropa dan sejak abad ke-19 menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia. Secara etimologis Nasionalisme berasal dari bahasa Inggris, yaitu Nation yang artinya bangsa . Di Eropa paham Nasionalisme dipicu oleh berbagai peristiwa, seperti terjadinya Revolusi prancis, Revolusi industri inggris, dan juga Revolusi Amerika. Beberapa tokoh seperti Hans Kohn, lothropstoddard, dan Otto Bouer memberikan definisi tentang Nasionalisme. Hans Kohn menyebutkan bahwa Nasionalisme merupakan suatu paham yang menempatkan kesetiaan tertinggi individu harus di serahkan kepada negara dan bangsa . Lothropstoddard memandang Nasionalisme sebagai sesuatu kepercayaan yang hidup dalam hati rakyat yang berkumpul menjadi suatu bangsa. Otto Bouer megartikan paham Nasionalisme. Muncul di karenakan adanya persamaan sikap dan tingkah laku dalam memperjuangkan nasib yang sama. Misalnya akibat adanya persamaan penderitaan  dan kesengsaraan sebagai bangsa yang terjajah.

Secara garis besar Nasionalisme diartikan sebagai suatu paham atau kesadaran rasa kebangsaan sebagai bangsa yang didasarkan atas adanya rasa cinta kepada tanah air dalam mencapai, mempertahankan, mengabadikan identitas, dan integrasi kekuatan bangsanya. Paham Nasionalisme di kawasan Asia-Afrika, secara objektif didorong oleh berbagai faktor, diantaranya persamaan keturunan, bahasa, budaya, kesatuan politik, adat-istiadat, tradisi, agama, dan lain-lain.

Negara – negara yang pertama menganut paham Nasionalisme adalah Inggris, Prancis, Jerman, dan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut menyadari akan pentingnya semangat kebangsaan dengan didasarkan pada :

a.    Keinginan untuk dapat bersatu dengan semangat kesetiakawanan yang tinggi.
b.    Adanya persamaan nasib.
c.    Perasaan bersatu antara manusia dengan tempat tinggalnya.
Ketika terjadi pergantian tatanan kehidupan masyarakat, perubahan dan pergantian tersebut diawali dengan terjadinya Revolusi Industri di Inggris.
a. Inggris
Nasioanalisme Inggris yang tinggi dapat dilihat pada beberapa semboyannya, seperti Right or Wrong is My Country (Benar atau Salah, Inggris adalah tetap Negeriku), Rules Britania, English Rules the Waves(menguasai Inggris, Inggris menguasai lautan), dan The White Man`s Burden(Tugas Suci Kulit Putih) Melalui semboyan-semboyan tersebut, Inggris berusaha untuk menjadi bangsa yang kuat dan memiliki imperium yang luas di dunia.

b.    Prancis
Nasionalisme di Prancis banyak diilhami oleh Revolusi Amerika 1776 dan piagam Bill of Right, Inggris. Semangat Nasionalisme. Semangat Nasionalisme dalam revolusi ini bertujuan bertujuan untuk menolak absolutisme raja Prancis yang banyak melakukan tindakan sewenang-wenang dalam menjalankan kekuasaannya.

c.    Jerman
Di Jerman semangat nasionalisme dikobarkan di bawah kepemimipinan Raja Friederich II, Otto Von Bismarck, dan Hilter. Berbagai propaganda untuk mewujudkan  semangat nasionalisme di Jerman, salah satunya tampak pada politik Lebensrum Jerman pada masa Hilter.


d.    Amerika Serikat
Amerika sebagai Koloni Inggris mengobarkan semangat nasionalisme dengan semangat kemerdekaan, kebebasan dan toleransi dalam Declaration Of Independence (Pernyataan Kemerdekaan) tanggal 4 Juli 1776.
Bangsa Slav mengobarkan semangat nasionalisme melalui gerakan Pan Slavisme-Nya bertujuan membangun kejayaan dan kebesaran bangsa Slav. Begitu dengan Italia, dengan semangat nasionalisme semboyan Italia La Prima (Italia sebagai Kerajaan Dunia). Jepang sebagai negara di Asia mencoba meniru semboyan Hakko Iciu. Negara Eropa bersaing untuk mewujudkan semboyan dan menanamkan kekuasaan  di tanah jajahan kawasan Asia-Afrika, terutama Indonesia.
Nasionalisme dalam kekuasaan feodal dalam bentuk rasa setia kepada raja, bangsawan, dan golongan gerejawan. Legitimasi kekuasaan seseorang mulai terdesak dengan hadirnya golongan borjuis yang menguasai perdagangan dan industri. Mereka ingin bebas berusaha, bersaing, dan mengumpulkan keuntungan. Persaingan ini kemudian melahirkan semangat Liberalisme.

2.    Liberalisme
Liberalisme adalah suatu paham tentang negara. Paham liberalisme adalah suatu bentuk reaksi kepada kekuasaan raja, bangsawan, dan golongan gerejawan yang absolut. Paham liberalisme muncul ketika masa Renaissance, yaitu masa yang menggambarkan penentanagan terhadap dominasi gereja. Masa Renaissance ini memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan manusia.

                   Paham liberalisme berhubungan dengan revolusi pengetahuan pada abad ke-16 dan 17. Revolusi sebagai bukti yang menunjukkan bahwa dunia adalah organisasi yang berjalan secara universal, otomatis, dan digerakkan oleh hukum-hukum yang sempurna. Revolusi pengetahuan atau intelektual tersebar ke setiap belahan dunia Barat.

 a.  Bidang Ekonomi
Dalam sistem ekonomi, paham liberal awalnya dilandasi oleh pemikiran Adam Smith, yang memandang bahwa kebebasan individu untuk berusaha secara bebas tanpa adanya campur tangan pemerintah yang berkuasa. Pada akhirnya pemikiran tersebut banyak didorong manusia untuk kehidupannya yang individu.

b. Bidang Politik
Dalam bidang politik, paham liberalisme memberi pengaruh terhadap pemikiran paham demokrasi dan nasionalisme. Paham liberalisme ditandai dengan kuatnya persaingan untuk mencari kekuasaan politik. Negara liberal bukan negara Tuhan, absolut, diklator militer, maupun komunis fasisme. Paham liberalisme ini sangat erat dengan semangat nasionalisme dengan negara-negara yang terjajah

 c. Bidang Agama
Liberalisme memberikan pengaruh  terhadap individu untuk menentukan pilihannya sendiri dalam memeluk agama. Individu wajib untuk mengikuti agama yang diyakini rajanya. Paham liberalisme melahirkan humanisme memberikan kebebasan manusia untuk berfikir eksistensi dan mengesampingkan peranan Tuhan.


3.    Sosialisme
Paham yang berkembang dan berpengaruh di Eropa pada abad ke-19 adalah paham sosialisme. Paham liberalisme menginginkan kebebasan individu untuk berkreatifitas mencari keuntungan pribadi tanpa campur tangan pemerintah, maka sosialisme adalah suatu paham yang digunakan bagaimana cara yang tepat untuk mencukupi keperluan rakyat agar dapat hidup yang layak.

Paham sosialisme bertujuan untuk membentuk kemakmuran bersama melalui usaha kolektif yang di bawah kendali pemerintah. Paham sosialisme timbul sebagai reaksi kehidupan  sosial kemasyarakatan yang ditandai dengan pertentangan kelas-kelas sosial yang ada pada negara feodal.
Adapun tokoh-tokoh yang mendukung berkembangnya paham sosialisme adalah:

a.    Saint Simon (1760-1825) seorang tokoh dan bangsawan sosialis.
b.    Robert Owen (1771-1858) seorang pengusaha Inggris
c.    Charles Fourier (1772-1837)
d.    Karl Heinrich Marx (1918-1883)
e.    Frederich Engels seorang penganut sosialis dari Inggris

4.    Demokrasi
Demokrasi secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, yaitu demos yang artinya rakyat dan kratia yang berarti pemerintahan. Maka demokrasi adalah pemerintahan rakyat. Sistem yang dianut masyarakat Athena dikenal dengan demokrasi langsung.

Setelah perang dunia II, konsep pemikiran demokrasi dipahami secara berbeda oleh negara-negara adidaya sekutunya. Demokrasi dipahami sebagai suatu asas kebebasan individu, sebaliknya kaum komunis menganggap demokrasi sebagai upaya penghancuran terhadap sistem kapitalisme. Akan tetapi negara tetap harus menguasai sistem perekonomian bukan pada individu atau golongan.



PERKEMBANGAN NASIONALISME DI ASIA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN NASIONALISME DI INDONESIA
1.    Nasionalisme di Jepang
Nasionalisme Jepang berkembang dengan diadakannya modernisasi negara dengan mengadopsi nilai-nilai budaya Barat. Awal modernisasi ini dijalankan Jepang setelah Amerika Serikat dengan Komodor Perry-Nya berhasil mendobrak politik isolasi Jepang yang menutup diri dari pemgaruh luar pada tahun 1853. Masuknya bangsa Barat di Jepang atas sikap politik shogun menyebabkan golongan samurai menentangnya. Akhirnya golongan samurai berhasil merebut kekuasaan shogun dan menempatkan Pangeran Mutsuhito di angkat sebagai kaisar dengan gelar Meiji. Hal ini merupakan awal menuju modernisasi Jepang.

2.    Nasionalisme di China
Perjanjian-perjanjian yang dilakukan pemerintah Dinasti Manchu dengan bangsa-bangsa Barat, membuat cina diintervensi oleh bangsa Barat. Perjanjian itu antara lain Perjanjian Nanking (1842) dan Perjanjian Peking (1860). Gerakan Sun Yat Sen dibantu oleh Yuan Shih Kai, seorang jenderal pada Dinasti Manchu. Terjadi persaingan antara Chiang Khai Sek dengan Mao Zedong dan akhirnya Mao Zedong memproklamasikan Republik Rakyat Cina.

3.    Nasionalisme di India
Nasionalisme India ditujukan pada Inggris, antara lain dengan Pemberontakan Sepoy (1857), Gerakan Brahma Samaj, santiniketan, Gerakan Rama Krisna, Partai Kongres, dan Mahatma Ghandi. Tokoh dari India yamg mengembagkan nasionalis India adalah Mahatma Ghandi. Perjuangan Mahatma Ghandi dikembangkan di sana, Mahatma Ghandi mampu mengembangkan Partai Kongres menjadi Partai Politik.



4.    Nasionalisme di Filipina
Spanyol menguasai Filipina sejak tahun 1571 dan berakhir tahun 1898. Kebangkitan nasionalisme di F ilipina ini termasuk sebagai kebangkitan yang paling awal jika dibandingkan dengan kebangkitan nasional di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Gerakan nasionalisme ini di dorong oleh beberapa faktor antara lain :
a.    Hadirnya kaum terpelajar yang berpendidikan Barat;
b.    Perlakuan yang tidak adil;
c.    Masuknya paham-paham baru ke Filipina;
d.    Pengaruh kemenangan Jepang atas Rusia pada tahun 1905, Revolusi Cina dan Turki Muda.

Setelah memproklamirkan kemerdekaan Filipina Emilio Aquinaldo ditangkap oleh Amerika. Pada tahun1919 Filipina menuntut kemerdekaan penuh, tetapi ditolak Amerika dengan alasan Filipina belum saatnya merdeka. Sepuluh tahun kemudian, Filipina diberi kemerdekaan oleh Amerika dengan hari yang sama dengan hari kemerdekaan Amerika, yaitu tanggal 4 Juli 1946.

5.    Nasionalisme di Vietnam
Gerakan nasionalisme ini diawali dengan peristiwa jatuhnya seluruh Indochina yang meliputi Laos, Kamboja dan Vietnam ke tangan Prancis.
Gerakan nasionalisme Vietnam terjadi melalui tiga periode antara lain:
a.    Periode 1913-1917 yang dikendalikan oleh Kuang Puch Hoi
b.    Periode 1917-1930 yang ditandai dengan munculnya partai politik
c.    Periode 1930-1954 gerakan yang dilakukan partai komunis dalam menentang Prancis
Ho Chi Minh sebagai pemimpin Partai Komunis Vietnam berhasil melarikan diri ke Hongkong kemudian pergi ke Rusia, Cina dan akhirnya kembali ke Vietnam pada tahun 1942. Amerika takut dengan kemenangan komunis di Vietnam dapat menyuburkan komunis di Asia Tenggara, akhirnya Amerika ikut campur di Vietnam. Sehingga pecahlah perang Vietnam I (1954-1964) Dan perang Vietnam II (1964-1975).

6.    Nasionalisme di Myanmar
Myanmar setelah jatuh ke tangan Inggris mengalami tiga kali perang yang disebut The three burmese wars. Dari sini nasionalisme terus bergelora, Nasionalisme Myanmar timbul diantaranya karena :


a.    Kemenangan Jepang dalam perang Jepang-Rusia;
b.    Nasionlisme di India mempengaruhi timbulnya nasionlisme di Myanmar;
c.    Adanya perdamaian Versailles yang memperjuangkan hak-hak menentukan nasib sendiri bagi bangsa-bangsa yang belum merdeka.

Dari sinilah berkobarlah semangat nasionalisme Myanmar yang anti Inggris. Gerakan-gerakan nasionalisme Myanmar lainnya adalah Myochit (Partai Nasionalis), Sinyetha (Partai Rakyat Miskin), dan Do Bama Asiyone (Kita Bangsa Myanmar) atau Partai Thakin yang menuntut kemerdekaan bagi Myanmar.

PAHAM-PAHAM BARU DAN KESADARAN KEBANGSAAN DI ASIA-AFRIKA

1.    Paham-Paham Baru
a.    Nasionalisme
Secara luas diartikan sebagai suatu sikap politik dan sosial dari kelompok-kelompok suatu bangsa yang mempunyai kesamaan kebudayaan, bahasa, dan wilayah, serta kesamaan cita-cita dan tujuan.

b.    Liberalisme
Adalah paham yang mengutamakan kemerdekaan. Kemerdekaan individu merupakan pokok utama dalam Liberalisme.

c.    Sosalisme
Merupakan suatu istilah umum yang digunakan sebagai dokrin untuk semua sistem ekonomi yang menentang kemutlakan milik perseorangan, dan menyokong pemakaian milik tersebut untuk kesejahteraan umum.

d.    Pan Islamisme
Adalah suatu paham yang bertujuan untuk mempersatukan umat islam sedunia. Yang dalam bahasa arab disebut dengan al-Jami’ah al-Islamiyah.   

kata kata cinta untuk seseorang

Assalamu’alaikum Ingat.... Sebentar saja! Bahwa sosok ku Pernah di butuhkan oleh mu Ketika ...